Friday, February 25, 2011

one shot fanfic

Wen rou de wan an (Tenderly say good night)

Author notes: Fanfic one shot yg saya buat kemarin dengan waktu cepat. Terinspirasi dari twitteran Kiyoharu sama Ryutaro, dari ameblo Kiyoharu dan juga dari lagu wen rou de wan an punya Vic Chou. Mohon maaf kalo agak kurang bagus,soalnya namanya juga one shot jd yah beginilah.. m(_ _)m
Review onegaishimasu... 

Title: Tenderly say good night
Pair: Kiyoharu X Ryutaro Arimura
Rate: T
Genre: Romance, Yaoi, Fluff (maybe)

BGM: 温柔的晚安 - Vic Chou

just like lying on fresh grass
breathe deep, mint, light green air

Pagi ini cuaca terlihat mulai sedikit cerah, meskipun warna kelabu masih menggantung di langit kota Tokyo, menyisakan udara yang masih terasa dingin. Ryutaro sudah bangun dari tidurnya dan sudah memberi makan Kuro, kucing hitam yang ia pelihara untuk menemaninya di rumah ini. Ryutaro melihat ke kalender yang dipajang di dinding dekat ia berdiri.
Hari ini hari Minggu, waktunya ia libur dari segala urusan rekaman dan menikmati waktu istirahatnya. Terlebih lagi semua urusan rekamannya memang sudah selesai. Mungkin nanti Kenken, Akira atau Tadashi akan main ke tempatnya.
Ryutaro menarik nafas, “Saatnya membersihkan rumah,” ujarnya seakan menyemangati dirinya sendiri. Ia beralih mengambil pakaian kotor dari kamarnya untuk dicuci. Namun ia menemukan sebuah pakaian milik seseorang yang rupanya belum ia cuci. Ryutaro mengambil pakaian itu, memegangnya, mengenali kaos yang sekarang ada dalam genggamannya. Ada tulisan Glam Addiction di bagian depan kaos yang ia pegang itu. Ryutaro tersenyum sekilas. “Lagi-lagi dia lupa membawanya,” gumamnya. Ryutaro memegang kaos itu, mencoba merasakan seolah pemilik kaos itu ada di hadapannya. Ia sangat merindukannya, namun ia tidak berani mengatakannya pada siapapun, termasuk pada orangnya langsung. Ia hanya bisa terdiam, mencoba merasakan kembali kenangan yang ada di antara mereka.

the taste of sunlight, how wonderful it is to fall in love with you
fussing about you, makes me feel proud


Kiyoharu melihat ke arah tumpukan baju yang baru saja ia bongkar dari koper di hadapannya. Rasanya ia kemarin sudah memakai salah satu kaos dari Glam Addiction. Tapi kenapa sekarang ia tidak menemukannya juga disini? Ia yakin kalau ia sudah membawa kaos itu pulang dan memasukkannya ke dalam kopernya. Tapi ia sudah membongkar semua pakaiannya dan masih tidak dapat menemukannya. Malah ia menemukan sebuah kaos lain. Sebuah kaos putih dengan desain yang cukup simple di depannya. Kiyoharu memegang kaos itu. Sebuah kaos yang mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan seseorang yang sekarang mengisi kehidupannya, mengisi pikirannya, mengisi hatinya dengan sebuah perasaan baru. Orang itu adalah Arimura Ryutaro. Kaos ini adalah kaos yang diberikan oleh Ryutaro sebagai kenang-kenangan pertemuan pertama mereka.
Ia teringat dalam sebuah wawancara bersama Plastic Tree, seorang pembawa acara pernah menanyakan betapa kompaknya kerjasama yang mereka lakukan dalam sebuah album. Pembawa acara itu juga merasa kagum dengan musik yang diciptakan oleh Ryutaro dan teman-temannya. Saat itu, Ryutaro yang duduk di dekatnya hanya menundukkan kepalanya sambil tertawa kecil, berusaha merendah dengan menyatakan bahwa Kiyoharu-lah yang lebih hebat.
Kiyoharu tersenyum. Ryutaro memang tidak pernah tahu bahwa justru Kiyoharu sendiri kagum padanya dan merasa sangat beruntung mereka dipertemukan hari itu.
Tiba-tiba Kiyoharu teringat sesuatu. Sebelum ia pergi, ia sempat mampir ke rumah Ryutaro. Apa mungkin kaos itu tertinggal disana? Namun belum sempat Kiyoharu menghubungi Ryutaro, ia sudah dipanggil oleh manajernya untuk bersiap-siap melakukan wawancara lagi.

warm reliance, a hug that holds everything
you can hear the smile even in the heartbeat

Ryutaro memutuskan untuk menggunakan ipadnya dan membuka twitter selagi menunggu pakaiannya yang sedang dicuci. Tidak ada kabar apapun dari Kiyoharu, jadi ia menyibukkan diri dengan melihat-lihat berita lain. Namun tetap saja, pikirannya tidak dapat beralih dari kejadian itu. Saat Kiyoharu memeluknya sesaat sebelum ia pergi. Ia masih belum terbiasa dengan semua yang dilakukan oleh Kiyoharu. Bukan berarti ia tidak menyukainya. Ia hanya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya. Setiap Kiyoharu ada di dekatnya, ia merasa senang. Membuatnya ingin selalu ada di dekatnya, meskipun itu tidak mungkin.
Ryutaro kembali mendesah. Mungkin ia hanya berharap hal yang tidak mungkin. Mungkin Kiyoharu hanya menganggapnya sebagai teman dekat. ‘Lagipula yang dia suka adalah Plastic Tree,’ pikir Ryutaro. Namun tetap saja Ryutaro tidak dapat menyingkirkan pikiran mengenai Kiyoharu dalam benaknya. Pelukan hangatnya masih dapat ia rasakan.

even though love is often late, this time it came at just the right time
to the ends of the earth, distance is not important

Kegiatan hari ini pun berakhir. Kiyoharu kembali ke kamarnya di hotel. Akhirnya ia bisa punya waktu untuk dirinya sendiri. Kiyoharu merebahkan dirinya ke atas tempat tidur. Saat ini sudah hampir jam 11 malam. Besok pagi ia masih harus melakukan serangkaian kegiatan lagi terkait dengan kunjungannya ke Beijing kali ini.
Namun ia tidak bisa memejamkan matanya karena belum mengantuk. Karena itu ia memutuskan untuk menyalakan notebooknya dan mengerjakan update pada blog pribadinya serta membuka twitternya, membalas mention dari teman-temannya. Tiba-tiba matanya tertuju pada akun milik Ryutaro. Meski tidak menyebutkan namanya namun twit yang ditulis Ryutaro cukup menarik perhatiannya.


‘@pla_ryutaro: Rasanya sepi juga. Kuro sudah lebih dulu beristirahat. Aku jadi berpikir bagaimana keadaan dia disana ya?’ tulis Ryutaro.


Kiyoharu tersenyum membacanya. Dalam hati, ia baru saja memikirkan hal yang sama dengan Ryutaro. Saat jarak memisahkan mereka seperti ini, kerinduan itu makin terasa dan makin meyakinkan Kiyoharu kalau apa yang ia rasakan memang benar. Ia mencintai Ryutaro. Kiyoharu lalu dengan tenang mengirimkan balasan pada Ryutaro.


‘@kiyoharu_sads: kau sedang merindukan seseorang Ryu-chan? RT @pla_ryutaro: Rasanya sepi juga.’


Kiyoharu kembali tersenyum sambil menunggu balasan dari Ryutaro. Untung saja ada twitter ini, jadi jarak seakan tidak menjadi masalah dalam komunikasi mereka.

saying goodnight tenderly, just like you're next to me
when you feel lonely, I'm just the same as you
imagine my palm patting your shoulder lightly

Ryutaro menatap ipadnya. Wajahnya agak memerah begitu melihat mention yang dikirimkan oleh Kiyoharu untuknya. Harusnya tadi ia tidak menuliskan kata-kata itu. Harusnya tadi ia menghapusnya sebelum Kiyoharu melihatnya. Entah kenapa, hal ini membuatnya malu. Ia memang merindukan Kiyoharu, namun melihat orang yang ia rindukan justru menanggapi kata-katanya seperti ini..... Untuk sesaat Ryutaro tidak mampu berpikir apa-apa. Ia sibuk merangkai kata-kata yang tepat untuk membalas mention yang dikirimkan Kiyoharu untuknya tadi.
Akhirnya ia menulis:


‘@pla_ryutaro: tidak juga kok. Aku tidak merindukan siapa-siapa. Cuma sedang berpikir apa yng sedang dilakukan teman-temanku sekarang (笑)RT @kiyoharu_sads: kau sedang merindukan seseorang Ryu-chan?’


Ryutaro menunggu beberapa lama, namun Kiyoharu tidak juga membalas mentionnya. Akhirnya ia memutuskan untuk menuju ke kamarnya dan berbaring di atas tempat tidurnya. Kuro sudah tertidur dengan lelapnya. Ryutaro berusaha memejamkan matanya, namun ia tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi oleh apa yang kira-kira akan dikatakan oleh Kiyoharu. Apa ia akan marah atau justru tenang saja melihat balasan yang dikirimkan oleh Ryutaro? Ryutaro akhirnya duduk di pinggir tempat tidurnya dan kembali melihat ke arah ipadnya. Masih belum ada balasan dari Kiyoharu. Yang ada hanyalah balasan dari Kenken. Ryutaro lalu membalas mention dari Kenken. Tepat setelah ia memutuskan untuk offline dari twitternya dan mematikan ipadnya, ponselnya berbunyi.
Ryutaro mengambil ponselnya, ia melihat sebuah nomor tak dikenal muncul di layar ponselnya. Sepertinya bukan nomor yang berasal dari Jepang. Dengan hati-hati Ryutaro menjawabnya.
“Moshi-moshi, Arimura disini,”
“Ini aku, Ryu-chan,” ujar sebuah suara di ujung sana. Sebuah suara yang selalu membuatnya merasa bahagia saat mendengarnya.
“Kiyoharu-san?” tebak Ryutaro, berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa suara yang ia dengar benar-benar Kiyoharu.
“Ya. Kau belum tidur?” tanya Kiyoharu.
“Belum,” jawab Ryutaro.
Untuk sesaat mereka berdua terdiam.

“A.. ano.. Kiyoharu-san, mengenai twitku yang tadi....” Ryutaro tampak gugup meskipun ia tahu Kiyoharu tidak ada di dekatnya.
Kiyoharu tertawa kecil, “Kau merindukanku?”
Ryutaro menundukkan kepalanya sebentar,”umm~,” jawabnya pelan. “Kau baik-baik saja kan disana?”
“Tenang saja, Ryu-chan,” jawab Kiyoharu. “Sekarang lebih baik kau istirahat,”
“Kau juga, jangan lupa istirahat, Kiyoharu-san,”
“Iya,”
Ryutaro baru saja berpikir bahwa Kiyoharu akan menutup teleponnya ketika tiba-tiba ia mendengar Kiyoharu berbicara, “Mulai sekarang kau akan mendengar suaraku setiap akan mau tidur,”
“Hah? Maksudmu?”
“Itu supaya kau tidak merindukanku lagi. Jadi walaupun kita tidak bertemu, kau masih dapat merasakan kalau aku ada di sampingmu. Anggap saja aku sedang disana memelukmu, jadi kau bisa tenang,” jawab Kiyoharu.
Wajah Ryutaro terlihat memerah, "Ah... tapi.. kau tidak perlu repot-repot melakukannya.."
“Tidak apa-apa kok. Lagipula aku juga ingin mendengar suaramu. Aku selalu senang tiap kali aku bisa mendengar suaramu lagi,” ujar Kiyoharu.
Ryutaro menundukkan kepalanya. Ia merasa sedikit malu dan juga senang sampai-sampai ia tidak bisa berkata apa-apa.
“Oyasumi, Ryu-chan. I love you,” lanjut Kiyoharu.
Kali ini Ryutaro benar-benar terdiam. Ia tidak menyangka Kiyoharu akan mengatakan kata-kata itu.
“Ryu-chan?” tanya Kiyoharu.
Ryutaro berusaha tenang, “i.. iya.. Kiyoharu-san?”
“Kau tidak apa-apa kan?” tanya Kiyoharu.
“Aku tidak apa-apa,” jawab Ryutaro. Ia merasa lega karena ternyata perasaan mereka sama. Sebelum menutup teleponnya, Ryutaro menyempatkan dirinya untuk berkata, “Oyasumi, Kiyoharu-san. I love you so,”
Ryutaro lalu menutup teleponnya dan berbaring di tempat tidur sambil menatap ke langit-langit kamar tidurnya. Akhirnya ia bisa mengatakannya. Mengatakan semua perasaannya yang tertuang dalam 3 kata itu, ‘I love you’. Sebuah senyuman menghiasi wajahnya. Hari ini ia merasa begitu senang dan lega. Ryutaro kemudian memejamkan matanya dan tertidur.

say goodnight to loneliness, say goodnight
when you feel alone
the moon watching over you, is
the sun where I am, quietly watching over you

Pagi ini Kiyoharu memang tidak sempat untuk mengecek twitternya karena harus mengikuti kegiatan yang diadakan oleh manajemennya. Baru pada siang hari ia bisa membuka twitternya dan lagi-lagi ia tersenyum melihat sebuah mention yang masuk ke akun twitternya.


‘@pla_ryutaro: @kiyoharu_sads Kiyoharu-san ohayou gozaimasu. Terima kasih atas dukunganmu selama ini. Apa kau bisa tidur semalam?’


Kiyoharu segera menulis balasannya.


‘@kiyoharu_sads: aku bisa cukup tidur kok semalam, meskipun masih sedikit sakit kepala. RT @pla_ryutaro: @kiyoharu_sads Kiyoharu-san ohayou gozaimasu. Terima kasih atas dukunganmu selama ini. Apa kau bisa tidur semalam?’


Tak lama kemudian, Kiyoharu lalu menelepon Ryutaro. Setelah membicarakan soal keadaan mereka masing-masing, Kiyoharu menyudahi pembicaraannya, “Jaga dirimu ya Ryu-chan,” Ia lalu menutup teleponnya. Namun saat ia baru saja akan menuju ke tempat kegiatannya selanjutnya ia baru menyadari sesuatu. Ia kembali menelepon Ryutaro.
“Ryu-chan,”
“Kiyoharu-san, kaosmu tertinggal disini,” ujar Ryutaro.
Kiyoharu sempat tertawa, “Aku baru saja akan menanyakan hal itu padamu,”
“Aku cuma ingin memberitahumu itu saja kok,” ujar Ryutaro.
Kiyoharu tersenyum, “kalau begitu lain kali aku akan sering-sering meninggalkan bajuku di tempatmu saja ya? Jadi aku punya alasan untuk menemuimu,”
Ryutaro hanya tertawa. “Baiklah, akan kutunggu,”

END


NB: Bagi yang bertanya2 soal twitter,profil twitternya mereka ini emang bener tapi isi twitternya gak seperti ini yah.. ini cuma rekaan aja..

No comments:

Post a Comment